Langsung ke konten utama

TUGAS FILSAFAT



NAMA         : CHAIRUN NISA BATUBARA
NIM           : 1132171007
KELAS                : PLS REG-A
MATKUL      : FILSAFAT PLS

1.      Jelaskan apa yang anda ketahui tentang Filsafat Pendidikan dan Filsafat Pendidikan PLS !
Jawab :
·         Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya, dari pengertian tersebut kita dapat menyimpulkan pengertian dari Filsafat Pendidikan yaitu filsafat yang digunakan dalam masalah-masalah pendidikan dan filsafat pendidikan ini merupakan sebuah aplikasi filsafat dalam lapangan pendidikan. Filsafat pendidikan juga merupakan aktivitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan, dan memadukan proses pendidikan. Artinya filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai atau maklumat-maklumat yang diupayakan untuk mencapainya, dalam hal ini filsafat pendidikan dan pengalaman kemanusiaan merupakan faktor integral dalam filsafat pendidikan. Filsafat Pendidikan juga merupakan suatu pemikiran yang praktis dan membutuhkan teori dalam menciptakan sistem pendidikan  yang ideal. Oleh sebab itu pendidikan harus berangkat dari filsafat yang khusus dan condong membahas tentang pendidikan.
·         Filsafat PLS ialah usaha untuk menghimpun gagasan/pemikiran mengenai mendidkan luar sekolah yang hasilnya berupa konsep untuk dijadikan landasan pelaksanaan pendidikan luar sekolah , filsafat pendidikan luar sekolah membahas kiprah kegiatan program pendidikan luar sekolah yang berlangsung saat ini, pada masa lalu, dan pada masa depan

2.      Jelaskan apa yang dikaji dalam Filsafat PLS !
Jawab :
Banyak sekali yang dapat kita kaji dalam pembelajaran filsafat pendidikan luar sekolah khususnya apabila ada pertanyaan-pertanyaan rasional yang tidak dapat atau seyogyanya tidak dijawab oleh ilmu atau cabang ilmu-ilmu. Adapun kajian yang terdapat dalam filsafat PLS :
a.      Kajian ontologis ilmu pendidikan
Pertama-tama panda latar filsafat diperlukan dasar ontologis dari ilmu pendidikan. Adapun aspek realitas yang dijangkau teori dan ilmu pendidikan melalui pengalaman pancaindra ialah dunia pengalaman manusia secara empiris. Objek materil ilmu pendidikan ialah manusia seutuhnya, manusia yang lengkap aspek-aspek kepribadiannya, yaitu manusia yang berakhlak mulia dalam situasi pendidikan atau diharapokan melampaui manusia sebagai makhluk sosial mengingat sebagai warga masyarakat ia mempunyai ciri warga yang baik (good citizenship atau kewarganegaraan yang sebaik-baiknya).
b.   Kajian epistemologis ilmu pendidikan
Dasar epistemologis diperlukan oleh pendidikan atau pakar ilmu pendidikan demi mengembangkan ilmunya secara produktif dan bertanggung jawab. Sekalipun pengumpulan data di lapangan sebagaian dapat dilakukan oleh tenaga pemula namun telaah atas objek formil ilmu pendidikan memerlukaan pendekatan fenomenologis yang akan menjalin stui empirik dengan studi kualitatif-fenomenologis. Pendekaatan fenomenologis itu bersifat kualitatif, artinya melibatkan pribadi dan diri peneliti sabagai instrumen pengumpul data secara pasca positivisme. Karena itu penelaaah dan pengumpulan data diarahkan oleh pendidik atau ilmuwan sebagaai pakar yang jujur dan menyatu dengan objeknya.
c.       Kajian aksiologis ilmu pendidikan
Kemanfaatan teori pendidikan tidak hanya perlu sebagai ilmu yang otonom tetapi juga diperlukan untuk memberikan dasar yang sebaik-baiknya bagi pendidikan sebagai proses pembudayaan manusia secara beradab. Oleh karena itu nilai ilmu pendidikan tidak hanya bersifat intrinsic sebagai ilmu seperti seni untuk seni, melainkan juga nilai ekstrinsik dan ilmu untuk menelaah dasar-dasar kemungkinan bertindak dalam praktek mmelalui kontrol terhadap pengaruh yang negatif dan meningkatkan pengaruh yang positif dalam pendidikan. Dengan demikian ilmu pendidikan tidak bebas nilai mengingat hanya terdapat batas yang sangat tipis antar pekerjaan ilmu pendidikan dan tugas pendidik sebagi pedagok. Implikasinya ialah bahwa ilmu pendidikan lebih dekat kepada ilmu perilaku kepada ilmu-ilmu sosial, dan harus menolak pendirian lain bahwa di dalam kesatuan ilmu-ilmu terdapat unifikasi satu-sayunyaa metode ilmiah (Kalr Perason,1990).
d.      Kajian antropologis ilmu pendidikan
 Pendidikan yang intinya mendidik dan mengajar ialah pertemuan antara pendidik sebagai subjek dan peserta didik sebagai subjek pula dimana terjadi pemberian bantuan kepada pihak yang belakangan dalaam upaayanya belajr mencapai kemandirian dalam batas-batas yang diberikan oleh dunia disekitarnya. Atas dasar pandangan filsafah yang bersifat dialogis ini maka 3 dasar antropologis berlaku universal tidak hanya (1) sosialitas (2) individualitas (3) moralitas dasar antropologis (4) religiusitas.
Selain itu filsafat PLS juga mengkaji beberapa aliran filsafat dan banyak lagi. Contoh aliran filsafat :
a.      Aliran Filsafat Idealisme
Implikasi filsafat pendidikan idealisme dikembangkan dengan memperhatikan prinsip-prinsip yaitu tujuan program pendidikan PLS terfokus agar peserta didik dapat menyesuaikan diri secara tepat dalam hidup. Disamping itu, peserta didik diharapkan dapat melaksanakan tanggung jawab sosial dalam hidup bermasyarakat. kurikulum komprehensif yang  berisi semua pengetahuan yang berguna dalam penyesuaian diri dalam hidup dan tanggung jawab sosial. Kurikulum berisi unsur-unsur pendidikan umum untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan pendidikan praktis untuk kepentingan bekerja.semua kegiatan belajar berdasarkan pengalaman baik langsung maupun tidak langsung. Metode mengajar hendaknya bersifat logis, bertahap dan berurutan. Pembiasaan (pengkondisian) merupakan sebuah metode pokok yang dapat dipergunakan dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan.
b.      Aliran Filsafat Realisme
Implikasi filsafat pendidikan realisme dapat dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: tujuan program PLS awalnya difokuskan pada pembentukan karakter  peserta didik. selanjutnya program pendidikan ditujukan kepada pengembangan bakat dan kebaikan sosial. Peserta didik digali potensinya untuk tampil sebagai individu berbakat/berkemampuan yang akan memiliki nilai guna bagi kepentingan masyarakat. kurikulum pendidikan PLS dikembangkan dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan praktis. kurikulum juga dikembangkan untuk mempersiapkan keterampilan bekerja untuk keperluan memperoleh mata pencaharian melalui pendidikan praktis. metode pendidikan dalam program PLS disusun menggunakan metode pendidikan dialektis. Meskipun demikian setiap metode yang dianggap efektif mendorong belajar dapat pula digunakan. Pelaksanaan pendidikan cenderung mengabaikan dasar-dasar fisiologis dalam belajar. peserta didik bebas mengembangkan bakat dan kepribadiannya. Pendidikan bekerjasama dengan alam dengan proses pengembangan kemampuan ilmiah. Oleh karena itu tugas utama tenaga pendidik adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik dapat belajar dengan efisien dan efektif.

3.      Jelaskan apa yang dimaksud hakekat manusia sebagai warga belajar, pendidik, dan masyarakat !
Jawab :
·         Hakekat manusia sebagai warga belajar maksudnya adalah setiap manusia berhak untuk berpendidikan atau belajar karna dengan belajar diharapkan tingkah laku seseorang akan berubah, menambah  pengetahuan dan kecakapan hidupnya ( keterampilan).
·         Hakikat manusia sebagai masyarakat, meliputi kebutuhan sebagai berikut: kebutuhan sumber daya fisik untuk menjamin kelangsungan hidup, kebutuhan bermasyarakat untuk bersahabat, berketurunan, berkasih sayang, rasa aman, pengakuan dan mencurahkan perasaan emosi, kebutuhan bekerja dan beristirahat untuk memperoleh kecakapan, kebutuhan berjuang untuk memperoleh keberhasilan, kebutuhan kebebasan untuk mencari kebenaran, kebutuhan mengembangkan bakat khusus untuk memperoleh kesenangan, kebutuhan kepuasan berekspresi untuk menciptakan kreativitas, kebutuhan beragama dan filsafat untuk mengembangkan keyakinan dan kepercayaan.
·         Hakikat manusia sebagai pendidik, pendidik sebagai orang dewasa harus ramah, tegas, tidak melukai hati, menghina, merendahkan harga diri. Bila peserta didik berbuat salah maka pendidik menbantu memperbaikinya. Tugas pendidik mengembangkan potensi anak secara optimum dan berkewajiban menghormati kepribadian anak.

4.      Apa yang anda pahami tentang hakekat PLS !
Jawab :
Seperti yang kita ketahui PLS adalah pendidikan yang bergerak di bidang non formal yang bermakna bahwa proses pendidikan yang disengaja oleh warga belajar dan pendidik untuk memberikan mereka baik pengetahuan maupun keterampilan. Hakekat PLS ini adalah memberikan warga belajar yang tidak mengenyam pendidikan untuk dapat merasakan betapa nikmatnya karunia belajar, memberikan keterampilan pada warga perekonomian rendah atau orang pinggiran agar dapat meningkatkan taraf kehidupannya. Inilah yang sebenarnya tugas (kewajiban) seorang PLS, tetapi mereka juga memiliki hak yang sama dengan pendidikan formal yaitu seharusnya pemerintah mulai memperhatikan dampak positif adanya pendidikan non formal ini agar para pendidik sama sejahteranya dengan pendidik dalam bidang formal.

5.      Buatlah suatu karya ilmiah tentang PLS dengan menerapkan satu aliran filsafat !
Jawab :






















KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kemudahan kepada penulis untuk menyekesaikan sebuah karya tulis ilmiah yang berjudul “Kelompok Belajar dengan Tinjauan Aliran Realisme” dengan semaksimal mungkin.
            Karya tulis ini berisikan tentang kajian jenis pendidikan luar sekolah yaitu kelompok belajar dengan mengaitkannya dengan satu aliran filsafat yaitu aliran realisme, tujuan dari penulisan karya tulis ini untuk memenuhi nilai semester ganjil pada pelajaran “Filsafat Pendidikan Luar Sekolah" dan dengan diselesaikannya karya tulis ini penulis mendapatkan nilai yang sangat memuaskan dari dosen yang bersangkutan.
            Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak dosen mata pelajaran Filsafat Pendidikan Luar Sekolah dan penulis memohon maaf jika terdapat kesalahan dalam kata-kata dan kalimat yang tidak sesuai serta penulis mengharapkan saran, kritik dan tanggapan untuk perbaikan karya tulis ini.



Medan, 20 Desember 2013

Penulis







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................         i
DAFTAR ISI ....................................................................................................         ii         
BAB I          PENDAHULUAN .......................................................................         1
                     Latar Belakang ..............................................................................       1
BAB II        PEMBAHASAN ...........................................................................                   3
A.    Filsafat Pendidikan Aliran Realisme ......................................         3
B.     Kelompok Belajar Berdasarkan Tinjaun Analisis Filsafat
Pendidikan Aliran Realisme ...................................................         3
BAB III       PENUTUP ....................................................................................        5
A.    Kesimpulan .............................................................................         5
B.     Saran .......................................................................................         5











BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan luar sekolah adalah setiap kegiatan yang diorganisasikan di luar system persekolahan yang maupun dilakukan secara terpisah atau sebagai bagian penting dari kegiatan yang lebih luas, dilakukan secara sengaja untuk meleyani anak didik tertentu untuk mencapai tujuan belajarnya (menurut Coombs).
Pendidikan luar sekolah memiliki satuan-satuan yang terdapat dalam peraturan perundangan bahwa “satuan yang meliputi kelompok belajar, kursus, dan satuan pendidikan sejenis. Pendidikakan luar sekolahjuga dapat diselenggarakan daklam bentuk kelompok bermain; penitipan anak dan satuan pendidiakn sejenis”.
Selain itu, kegiatan yang termasuk kepada satuan pendidikan sejenis diantaranya Padepokan Pencak silat, sanggar kesenian, panti/ balai latihan, bengkel/ teater, penataran, seminar dan masih banyak lainnya.
Disini dibahas satu jenis satuan pendidikan pendidikan luar sekolah saja yaitu kelompok belajar. Kelompok belajar adalah satuan kelompok belajar yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat setempat yang tujuannya untuk menyetarakan dengan pendidikan formal, dan untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri masyarakat tersebut.
Kelompok belajar yang didirikan oleh dinas kepemerintahan seperti pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B,dan Paket C. Sedangkan kelompok belajar yang didirikan masyarakat biasanya berbentuk organisasi, lembaga, paguyuban/ perkumpulan seperti LKMD, PKK, koperasi, kelompok tani, dan kelompok arisan serta masih banyak instansi-instansi lainnya yang didirikan oleh masyarakat.
Kelompok belajar biasanya melakukan pendekatan pembelajaran berdasarkan pengalaman dari masyarakat yang bersangkutan, belajar antara sesama warga belejar atau saling bertukar pikiran satu dengan yang lain, kursus dalam bidang yang di kursuskan, pamong belejar, dan masih banyak lainnya. Kelompok belajar selalu memanfaatkan segala sesuatu yang ada dalam masyarkat dan selalu berdampingan dengan segala sesuatu yang menyangkut kegiatan masyarakat.


Salah satu dari kelompok belajar adalah pendidikan kesetaraan peket A, B, dan C. Paket A untuk kesetaraan pendidikan dasar (SD), Paket B untuk kesetaraan pendidikan menengah pertama (SMP) dan paket C untuk kesetaraan pendidikan menengah atas (SMA). Paket A, B, dan C ini difungskan kepada masyarakat yang tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah formal atau untuk masyarkat yang putus sekolah.
Filsafat berasal dari bahasa yunani kuno yaitu philos dan Sophia, philos artinya cinta yang sangat mendalam dan Sophia artinya kearifan atau kebijakan. Jadi, filsafat adalah cinta yang sangat dalam  tehadap kearifan dan kebijaksanaan. Sedangkan fisafat pendidikan menurut Al-Syaibany (1979) adalah “ Pelaksanaan pandangan falsafah dalam bidang pendidikan. Filsafat itu mencerminkan satu segi dari segi pelaksanaan falsafah umum dan menitik beratkan kepada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan-kepercayaan yang menjadi dasar dari falsafah umum dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan secara praktis”.
Fisafat pendidikan memiliki aliran-aliran yang banyak seperti aliran filsafat pendidikan realisme, idealisme, meterialisme, pragmatisme, eksistensialisme, progresivisme, esensialisme, perenialisme, dan rekonstruktisme.
Pada pembasahan kali ini dispesifikkan hanya pada satu aliran filsapaf pendidikan yaitu aliran filsafat pendidikan realisme.
Dari ke dua pembahasan tentang kelompok belajar dan filsafat di atas, penulis akan membuat masalah yang berkaitan dengan kelompok belajar berdasarkan penerapan fisafat realisme.









BAB II
PEMBAHASAN
A.       Filsafat Pendidikan Aliran Realisme
Filsafat pendidikan aliran realisme adalah pemikiran yang memandang realitas secara akal pikiran yang nyata-nyata saja. Aliran ini berpendapat bahwa hakikat realitas auau nyata terdiri dari dua aspek yaitu dunia fisik dan dunia rohani.
Penerapan jenis pendidikan luar sekolah yaitu kelompok belajar dapat di lihat dari beberapa aspek seperti manfaat kelompok belajar berdasarkan aliran realisme, tujuan dari penyelenggaraan kelompok belajar berdasarkan aliran filsafat pendidikan realisme, cara pendidik mengajar di kelompok belajar serta masih banyak masalah-masalah kelompok belajar lainnya yang ditinjau dari aliran filasafat perndidikan realisme.
Aliran ini dibagi mejadi 2 bentuk, yaitu realisme rasional dan realisme naturalis.
1.      Realisme rasional, dibagi menjadi 2 lagi yaitu realisme rasional klasik dan realisme rasional religious. Realisme rasional klasik berpandangan bahwa pendidikan dapat dibuktikan dengan pengetahuan akal fikiran secara realistis. Sedangkan menurut aliran realisme rasional religious adalah pendidikan harus universal, seragam, dimulai sejakpendidikan yang rendah dan merupakan suatu kewajiban.
2.      Realisme naturalis,bahwa pendidikan berkaitan dengan dunia di sini dan sekarang. Dunia bukanlah sesuatu yang eksternal, tidak abadi, melainkan diatur oleh hukum alam.

B.        Kelompok Belajar Berdasarkan Tinjaun Analisis Filsafat Pendidikan Aliran Realisme
1.      Tinjauan manfaat kelompok belajar berdasarkan aliran realisme
Manfaat dari kelompok belajar berdasarkan aliran realisme adalah untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar dimasyarakat yaitu makin berkembanganya pemahaman dalam menghadapi kehidupan, untuk menambah pengetahuandiberbagi ilmu, untuk menembah keterampilan yang dimiliki. Dari semua tujuan tersebut sudah pasti realistis atau nyata yang selalu diharapkan oleh warga belajar di kelompok belajar masyarakat.



2.      Tinjauan tujuan dari penyelenggaraan kelompok belajar berdasarkan aliran realisme
Dalam penyelenggaraan kelompok belajar dimasyarakat tinjaun tujuannya berdasarkan aliran realisme adalah untuk penyesuaian diri dengan lingkungan, menyesuaikan diri dengan lingkungan terdengar seperti mudah akan tetapi banyak dari masyarakat yang tidak bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan masyarakat, oleh sebab itulah tujuan dari berdirinya kelompok belajar di masyarakat menurut aliran realisme supaya masyarakat yang tidak bisa bergaul dengan masyarakat lain bisa bergaul dan salaing berinteraksi. Selain itu, tujuan dari derdirinya kelompok belajar menurut aliran realisme yaitu karena tanggung jawab social dimasyarakat itu sendiri.

3.       Tinjauan kedudukan siswa di kelompok belajar berdasarkan aliran relisme
Kedudukan siswa di kelompok belajar menurut aliran realisme harus bisa dalam pelajaran, menguasai pengetahuan dengan handal sehingga bisa dipraktekkan langsung di kehidupan nyata, dapat dipercaya, selalu disiplin karena disiplin merupakan realistis untuk mempersiapkan mental dan moral yang sangan dibutuhkan di kelompok belajar dimasyarakat dan siswa di kelompok belajar harus bisa mencapai hasil yang baik setelah diajarkan.

4.         Tinjauan peranan guru di kelompok belajar berdasarkan aliran realisme
Peranan guru menurut aliran realisme di kelompok belajar adalah dapat menguasai pengetehuan, keterampilan dalam teknik mengajar yang baik dan dengan keras menuntut siswa agar dapat berprestasi. Menurut aliran ini jika seorang guru tidak memiliki beberapa hal tersebut maka hasil yang akan di terima kelompok belajar tidak akan efektif dan efisien.

5.         Tinjauan metode pembelajaran di kelompok belajar menurut aliran realisme
Metode yang digunakan dalam belejar di kelompok belajar menurut aliran realisme sebaiknya dari pengalaman baik langsung maupun tidak langsung karena jika dari pengalaman pembelajaran tersebut sudah pasti nyata, metode penyampaiannya harus logis dan psikologis. Metode conditioning atau sesuai dengan kondisi yang berlangsung adalah metode yang paling efektif karena warga belajar yang tergolong dalam kelompok belajar akan lebih mudah paham jika pembelajarannya sesuai dengan kondisi mereka.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
                  Pembahasan kelompok belajar yang ada di masyarakat dengan tinjauan realisme menghasilkan pemikiran-pemikiran belajar yang nyata dan menambahkan wawasan realistis yang bisa didapatkan dikehidupan sehari-hari individu yang bersangkutan, dan warga belajar harus mampu berpikiran maju sesuai dengan kehidupannya serta dibutuhkan tanggung jawab, kedisiplinan agar pembelajaran bisa berjalan dengan efektif.

B.     Saran
                  Dengan diketahuinya tentang pemikiran-pemikiran berdasarkan aliran filsafat realisme masyarakat tahu akan pentingnya keisiplinan, tanggung jawab dalam belajar serta dapat membandingkan pemikiran-pemikiran aliran-aliran lainnya.




ini adalah tugas yang buad aku gag tidur satu malem neeeeeee,....
semoga hasilnya memuaskan !!!
:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karna hari loe ga selalu bareng pacar :D

bukan pencapaian yang mudah untuk menginjakkan kaki pada posisi ini yap. lihatlah ayah, lihatlah ibu putrimu sudah beranjak dewasa sekarang aku menduduki bangku kuliyah semester 6 sudah lama aku tidak memainkan tangan ini untuk menggoreskan tulisannya tentang kisahku kini semua telah berubah hampir memenuhi 180 derajat apa yang berubah ? yah. setidaknya berat badanku juga berubah hahahha. tapi bukan itu maksudku apakah kamu ingat aku menceritakan sahabatku terdahulu ketika awal perkuliahan yap. sekarang salah satu dari mereka berdua tidak lagi bersamaku apa ? kamu tanya siapakah dia ? sebut saja inisialnya sarifah hahah. itu bukan inisial nisa tidak-tidak. dia masih disini namun tidak bersamaku kini kami berjalan berbeda arah entah angin apa yang membawa kaki ini pergi ssstt. namun kini aku memiliki kehidupan yang baru dengan raut wajah yang berbeda yah. kami terlihat seperti geng motor hahah. itu karna kalo kami uda ngumpul keretanya ada banyak tapi jangan takut ...

TUGAS PEKSOS

PEKERJAAN SOSIAL (MATERI : TUJUAN PEKERJAAN SOSIAL) D I S U S U N Oleh : CHAIRUN NISA BATUBARA 1132171007 PLS REGULER A   PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2014 KATA PENGANTAR Puji dan Syukur saya panjatkan pada Allah SWT, karena berkat ridha-Nya saya dapat menyelesaikan Makalah tentang Pekerjaan Sosial dalam Pembelajaran ini dengan baik, makalah ini diajukan guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Pekerjaan Sosial. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas wawasan tentang Konsep Pekerjaan Sosial dan Tujuan Pekerjaan Sosial. Dalam penyusunan Makalah ini tidak sedikit hambatan yang dihadapi baik timbul dari diri penyusun ataupun dari luar. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini jauh dari sempurna, baik dar...