Langsung ke konten utama

TUGAS PEKSOS


PEKERJAAN SOSIAL
(MATERI : TUJUAN PEKERJAAN SOSIAL)

D
I
S
U
S
U
N

Oleh :

CHAIRUN NISA BATUBARA
1132171007
PLS REGULER A


 
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2014





KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur saya panjatkan pada Allah SWT, karena berkat ridha-Nya saya dapat menyelesaikan Makalah tentang Pekerjaan Sosial dalam Pembelajaran ini dengan baik, makalah ini diajukan guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Pekerjaan Sosial.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas wawasan tentang Konsep Pekerjaan Sosial dan Tujuan Pekerjaan Sosial. Dalam penyusunan Makalah ini tidak sedikit hambatan yang dihadapi baik timbul dari diri penyusun ataupun dari luar. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini jauh dari sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari guru mata pelajaran guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi saya untuk lebih baik  di masa yang akan datang.



                                                                                                   Medan, 12 September 2014

                                                                                                                  Penulis




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
A.Sejarah Perkembangan Pekerjaan Sosial........................................... 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 2
A.Pengertian Pekerjaan Sosial.............................................................. 2
B.Misi Pekerjaan Sosial........................................................................ 3
C.Tujuan Pekerjaan Sosial.................................................................... 3
D.Peranan Pekerjaan Sosial.................................................................. 6
E.Bidang Garapan Pekerjaan Sosial..................................................... 7
BAB III PENUTUP......................................................................................... 9
A.Kesimpulan....................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 10










BAB I
PENDAHULUAN
A.    Sejarah Perkembangan Pekerjaan Sosial
Di Inggris dan Amerika Serikat, pekerja sosial muncul karena menanggapi banyak dampak negatif yang disebabkan oleh keseluruhan proses industrialisasi ekonomi dan urbanisasi seperti kemiskinan dan penciptaan kelas-kelas pekerja. Sejarah awal pekerja sosial pada kedua negara industrialisasi tersebut sebenarnya adalah sebuah sejarah tentang berbagai aktivitas kedermawanan demi menolong rakyat miskin atau juga dikenal dengan istilah penanganan kemiskinan (Hick 2003). Aktivitas-aktivitas itu secara resmi diturunkan dari undang-undang terkenal mengenai kemiskinan yaitu Undang-Undang kemiskinan Elizabeth yang keluar pada abad ke-17 (Barkerm1995). Gerakan dari aktivitas kedermawanan ke arah sebuah profesi modern disebabkan oleh suatu kenyataan bahwa jenis bantuan yang ada bagi rakyat miskin memunculkan kesulitan-kesulitan besar.
Sebagian besar hambatan tersebut adalah keterbatasan sumber daya, kurang koordinasi, pelaksanaan yang diskriminatif, ketidakperdulian, kurangnya transparansi, dan ketidakmampuan untuk memberikan pelayanan secara memadai (Midgley,1981). Awalnya, ada dua reaksi spesifik terhadap bentuk baru dalam meregulasi kaum miskin sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Kemiskinan itu. Yang pertama adalah the Charity Organization Society (COS), dan kedua Fabian Society, yang ditransformasikan langsung kepada sebuah pendekatan the Settlement House Movement, adalah asal-muasal profesi pekerja sosial, dan secara nyata adalah produk-produk industrialisasi dan urbanisasi (Jhon 1995).
Perkembangan pekerjaan sosial menjadi suatu profesi. Pekerjaan social sebagai bantuan dan pertolongan professional pada awalnya bergerak dari mitos (beyond to the mith). Maksudnya pekerjaan social itu tumbuh dan berkembang dari cerita-cerita kuno yang menggambarkan tentang kebijaksanaan-kebijaksanaan yang lama-kelamaan menjadi sebuah profesi. Jadi Pekerjaan Sosial adalah bidang keahlian yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan berbagai upaya guna meningkatkan kemampuan individu atau kelompok dalam melaksanakan fungsi-fungsi sosialnya melalui interaksi agar orang dapat menyesuaikan diri dengan situasi kehidupannya secara memuaskan Kekhasan pekerja sosial adalah pemahaman dan keterampilan dalam memanipulasi perilaku manusia sebagai makhluk social.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pekerjaan Sosial
Pekerja sosial adalah bidang keahlian yang memiliki kewenangan untuk melaksanakan berbagai upaya guna meningkatkan kemampuan individu atau kelompok dalam melaksanakan fungsi-fungsi sosialnya melalui interaksi agar orang dapat menyesuaikan diri dengan situasi kehidupannya secara memuaskan. Kekhasan pekerja sosial adalah pemahaman dan keterampilan dalam memanipulasi perilaku manusia sebagai makhluk social. Adapun pendapat dari beberapa ahli :
1.      Menurut Walter A. Friedlandor (1961), Pekerjaan sosial adalah suatu pelayanan yang professional yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam relasi kemanusiaan yang bertujuan untuk membantu, baik secara perorangan maupun didalam kelompok untuk mencapai kepuasan dan ketidaktergantungan secara pribadi dan social.
2.      Menurut NASW (1973), Pekerjaan social adalah kegiatan professional dalam membantu individu, kelompok atau komunitas, dalam meningkatkan atau memperbaiki kemampuan mereka menjalankan fungsi sosialnya, serta menciptakan kondisi social yang mendukung pencapaian tujuan tersebut.
Ada juga pengertian pekerjaan sosial yang dikemukakan oleh Charles Zastrow (1982), yang dikutip oleh Dwi Heru Sukoco (1995:7) sebagai berikut:

"Pekerjaan sosial merupakan kegiatan profesional untuk membantu individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat guna meningkatkan atau memperbaiki  kemampuan mereka dalam berfungsi sosial serta menciptakan kondisi masyarakat yang memungkinkan mereka mencapai tujuan".

Dari pengertian di atas, maka seorang pekerja sosial harus bisa menciptakan kondisi masyarakat yang baik dan teratur dalam menjaga setiap keberfungsian elemennya yang menjadi para pemeran berbagai peran yang ada di dalam masyarakat. menciptakan kondisi masyarakat yang kondusif dengan relasi-relasi yang ada didalamnya untuk bisa memberikan keterikatan di antara para pemegang peran tersebut.
Pekerja sosial dipandang sebagai sebuah bidang keahlian (profesi), yang berarti memiliki landasan keilmuan dan seni dalam praktik (dicirikan dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi), sehingga muncul juga definisi pekerja sosial sebagai profesi yang memiliki peranan paling penting dalam domain pembangunan kesejahteraan social,.Sebagai suatu profesi kemanusian, pekerjaan sosial memiliki paradigma yang memandang bahwa usaha kesejahteraan sosial merupakan institusi strategis bagi keberhasilan pembangunan.

B.     Misi Pekerja Sosial
Dalam kenyataan, misi pekerjaan social memberikan arah bagi tujuan-tujuan professional mereka. Tujuan pekerjaan social mengarahkan pada kegiatan-kegiatan mereka ketika mereka bekerja dengan klien untuk mengembangkan solusi dalam konteks suatu kontinum kekuatan-kekuatan dan kebutuhan-kebutuhan. Ikatan Pekerja Sosial Amerika Serikat mendefenisikan, misi pekerjaan social yaitu mempromosikan atau memulihkan interaksi yang saling menguntungkan antara individu-individu dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kehidupan bagi setiap orang. Pekerjaan social dikenal karena pandangan nya yang terintegrasi,yang berfokus pada manusia dalam konteks lingkungan fisik dan sosialnya. Pekerjaan social juga memperkuat keberfungsian manusia dan meningkatkan efektiitas struktur-struktur yang ada di dalam masyarakat yang menyediakan sumber-sumber dan kesempatan-kesempatankepada anggota masyarakat.

C.    Tujuan Pekerja Sosial
Pekerjaan sosial adalah suatu profesi dalam memberikan pelayanan dalam bidang kesejahteraan sosial secara langsung maupun tidak langsung yang bertujuan membantu mengoptimalkan potensi yang dimiliki individu, kelompok, masyarakat dalam pelaksanaan tugas-tugas kehidupan melalui identifikasi masalah dan pemecahan masalah sosial yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara diri individu, kelompok, masyarakat dengan lingkungan sosialnya serta untuk mencegah konflik yang mungkin timbul serta memberikan penguatan agar mereka dapat menjalankan keberfungsian sosial mereka sendiri. Tujuan lain adalah memberikan kesempatan-kesempatan kepada individu, kelompok dan masyarakat untuk dapat mengoptimalkan memanfaatkan sistem-sistem sumber yang telah ada di lingkungan mereka tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara mengakses sistem sumber tersebut.
Seperti yang telah dirumuskan oleh Pincus dan Minahan (1973:9) dalam buku Social Work Practice yang menyatakan tujuan dari pekerjaan sosial adalah :
1.      Enhance the problem solving and coping capacities of people (Mempertinggi kemampuan orang untuk memecahkan dan menanggulangi masalahnya)
2.      Link people with system that provide them with resourses, service, and opportunities (Menghubungkan orang dengan sistem-sistem yang menyediakan sumber-sumber, pelayanan-pelayanan dan kesempatan-kesempatan)
3.      Promote the effective and humane operation of these system (Meningkatkan pelaksanaan sistem-sistem tersebut secara efektif dan manusiawi)
4.      Contribute to the development and operation of these system (Memberikan sumbangan terhadap pembangunan dan kemajuan kebijakan sosial).
Tujuan Pekerjaan sosial memiliki fungsi membantu individu, kelompok, masyarakat meningkatkan kemampuan mereka untuk memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi, memberikan alternatif-alternatif pemecahan masalah, mendekatkan mereka dengan sistem-sistem sumber, mempermudah interaksi mereka dengan lingkungan sosialnya, menciptakan hubungan baru mereka dengan sistem sumber kemasyarakatan, memberikan sumbangan bagi perubahan, perbaikan, perkembangan lingkungan sosial, meratakan sumber-sumber material dan serta memberikan sumbangan pemikiran sebagai landasan dalam perencanaan-perencanaan program pelayanan sosial secara keseluruhan dan bertindak sebagai kontrol sosial.
Tujuan lain dari pekerjaan sosial yang lain adalah memperbaiki situasi lingkungan sosial dimana invividu, kelompok dan masayarakat bermukim atau mengadakan renovasi-renovasi secara signifikan yang memberi manfaat-manfaat bagi mereka. Pekerjaan sosial harus memiliki seni dalam usaha-usaha menyadarkan klien untuk menghadapi kenyataan-kenyataan yang dihadapi, bahwa tidak semua harapan–harapan yang diinginkan sesuai dengan kenyataan yang diterima dengan cara meningkatkan keberfungsian sosial klien yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan klien. Mengacu pada pendapat Dean H. Hepworth dan Jo Ann Larsen (1982:16) menyatakan bahwa tujuan Pekerjaan Sosial adalah sebagai berikut :

“The purpose of social work is to promote or restore a mutually beneficial interaction between individuals and society in or to improve the quality of life for everyone”
(Tujuan pekerjaan sosial adalah untuk mempromosikan atau memugar kembali suatu interaksi yang menguntungkan antara individu dan masyarakat atau untuk meningkatkan mutu hidup semua orang).
Secara keseluruhan tujuan dari pekerjaan sosial dan adalah membantu memberikan pelayanan-pelayanan sosial kepada individu, kelompok-kelompok dan masyarakat yang mengalami hambatan sosial/ tidak berfungsi sosial, mengoptimalkan kemampuan klien dalam menjalankan peran-peran kehidupan, mencarikan alternatif-alternatif untuk pemecahan masalah, mendekatkan klien dengan sistem-sistem sumber, melakukan perubahan-perubahan kondisi di lingkungan/interaksi sosial dan memperngaruhi kebijakan-kebijakan sosial ditinggal makro. Keselurahan dari hal-hal tersebut harus mampu diperankan oleh seorang pekerja sosial. Peran ganda harus mampu dilakukan oleh seorang pekerja sosial pada saat yang sama, sebab peran yang khusus tidak akan mampu membuat suatu perubahan kondisi yang diharapkan oleh klien. Peran khusus hanya akan membuat seorang pekerja sosial beroientasi pada spesialisasi pekerjaaan, padahal seorang pekerja sosial adalah seorang pengembang masyarakat yang bekerja secara holistik.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulakan bahwa tujuan dari pekerjaan social adalah :
Ø  Meningkatkan keberfungsian social individu, keluarga, organisasi dan masyarakat
Yang dimaksud dengan keberfungsian social adalah para pekerja sosial harus mampu meningkatkan kemampuan individu ataupun kelompok untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi dan mampu melaksanakan tugas kehidupanya secara efektif. Dalam mencapai tujuan ini para pekerja social juga harus mengidentifikasi sumber daya dan kekuatan individu/kelompok untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi masalah kehidupannya dan mendukung individu/kelompok untuk melakukan perubahan-perubahan di dalam kehidupan dan keadaan mereka.
Ø  Menghubungkan klien dengan sumber daya yang dibutuhkan
Dalam pencapaian tujuan kehidupan kliennya, pekerja social harus mampu mengarahkan individu/kelompok dalam menyesuaikan sumberdaya yang dibutuhkan klien dengan masalah yang dihadapinya.
Ø  Memperbaiki jaringan penyelenggaraan pelayanan social
Maksud dari tujuan ini adalah para pekerja social harus dapat mengubah pola pelayanan social kepada masyarakat menjadi lebih baik, dalam arti mampu menyelenggarakan pelayanan social dan memberikan sumber-sumber daya dan pelayanan-pelayanan yang memadai. Untuk dapat mencapai tujuan ini, pekerja social mendorong perencanaan yang berpusat pada klien dan mendemonstrasikan efektivitas dan efisiensi.
Ø  Mempromosikan keadilan social melalui pengembangan kebijakan social
Dalam rangka pengembangan kebijakan social, para pekerja social harus terlebih dahulu menguji isu-isu social yang berimplikasi kebijakan social. Para pekerja social dapat mengajukan saran-saran mengenai kebijakan pekerja social, dan mampu menerjemahkan kebijakan umum ke dalam program dan pelayanan secara efektif terhadap kebutuhan klien.

D.    Peranan Pekerja Sosial
Menurut Dorang Luhpuri dkk (2000), yang menjadi peranan pekerja social yaitu :
·         Fasilitator
Merupakan peranan yang bertujuan untuk mempermudah upaya pencapaian tujuan sehat dengan cara menyediakan atau memberikan kesempatan dan fasilitas yang diperlukan klien untuk mengatasi masalahnya, memenuhi kebutuhannya, dan mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan cara:
1.      Mendampingi klien dalam setiap tindakan
2.      Memberikan dukungan emosional yang diperlukan klien agar klien merasa diperhatikan dan terpenuhi kebutuhan emosionalnya
3.      Berupaya membantu klien mengatasi masalah yang dihadapinya
·         Mediator
Memberikan layanan mediasi jika klien mengalami konflik dengan pihak lain atau orang lain agar dicapai kesesuaian antara tujuan dan kesejahteraan diantara kedua belah pihak.
·         Advokator
Memberikan layanan pembelaan bagi klien yang berada dalam posisi yang dirugikan sehingga memperoleh haknya kembali.



·         Liason
Memberikan informasi yang diperlukan keluarga mengenai kondisi klien dan kondisi lembaga agar dapat memberikan pertimbangan yang tepat dalam menentukan tindakan demi kepentingan klien.
·         Konselor
Memberikan pelayanan konsultasi kepada klien yang ingin mengungkapkan permasalahannya. Pekerja sosial harus menyadari permasalahannya serta melihat potensi dan kekuatan yang dimiliki klien. Ia juga harus memberikan alternatif-alternatif pemecahan masalah.
·         Penghubung
Merupakan peranan yang menghubungkan antara klien dengan keluarga, antara klien dengan lembaga terkait, maupun penghubung antara klien dengan sumber lain yang dapat membantu dalam usaha pemecahan masalah klien. Selain itu, harus memberikan informasi –informasi yang diperlukan oleh keluarga tentang kondisi klien pekerja sosial harus mampu memberikan informasi tentang kondisi keluarga demi kepentingan klien.
·         Pembimbing Sosial Kelompok
Memberikan intervensi pada sejumlah klien yang berkumpul dan berbagi berbagai isu (topik yang mereka minati) melalui pertemuan yang teratur dan kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan yang telah disusun bersama.

E.     Bidang Garapan Pekerja Sosial
Guna mengenal klien lebih dekat, fungsi dan peranan pekerjaan sosial, bidang garapan atau setting utama yang menjadi tempat kiprah para pekerja sosial yaitu :
1.      Keluarga dan pelayanan anak: Penguatan keluarga, konseling keluarga, pemeliharaan anak dan adopsi, perawatan harian, pencegahan penelantaran dalam rumah tangga.
2.      Kesehatan dan rehabilitas pendampingan pasien di rumah sakit: pengembangan kesehatan masyarakat, kesehatan mental, rehabilitas vokasional, rehabilitasi pecandu obat dan alkohol, pendampingan ODHA
3.      Pengembangan masyarakat: perencana sosial, pengorganisasian masyarkat, revitalisasi ketetangaan, perawatan lingkungan hidup, kebutuhan sosial. Penguatan modal sosial, penguatan ekonomi kecil.
4.      Jaminan sosial, skema asuransi sosial: bantuan sosial, sosial foundation, JKSM, jaringan pengaman sosial
5.      Pelayanan kedaruratan: pengorganisasian bantuan, manajemen krisis, informasi dan rujukan, integrasi pengungsi
6.      Pekerjaan sosial sekolah: konseling penyesuaian sekolah, manajemen perilaku sehat pelajar, manajemen tunjangan biaya pendidikan, peningkatan partisipasi keluarga dan masyarkata pendidikan
7.      Pekerja sosial industri: program bantuan pegawai, penempatan dan relokasi kerja, perencanaan pensiunan, tanggung jawab sosial perusahaan (coorporate social responsibility)


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pekerjaan sosial merupakan kegiatan profesional untuk membantu individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat guna meningkatkan atau memperbaiki  kemampuan mereka dalam berfungsi sosial serta menciptakan kondisi masyarakat yang memungkinkan mereka mencapai tujuan. Dari pengertian di tersebut maka seorang pekerja sosial harus bisa menciptakan kondisi masyarakat yang baik dan teratur dalam menjaga setiap keberfungsian, elemennya yang menjadi para pemeran berbagai peran yang ada di dalam masyarakat. menciptakan kondisi masyarakat yang kondusif dengan relasi-relasi yang ada didalamnya untuk bisa memberikan keterikatan di antara para pemegang peran tersebut.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulakan bahwa tujuan dari pekerjaan social adalah :
Ø  Meningkatkan keberfungsian social individu, keluarga, organisasi dan masyarakat.
Ø  Menghubungkan klien dengan sumber daya yang dibutuhkan
Ø  Memperbaiki jaringan penyelenggaraan pelayanan social
Ø  Mempromosikan keadilan social melalui pengembangan kebijakan social



DAFTAR PUSTAKA
Asnidar, dkk. DASAR DASAR KEJURUAN PEKERJAAN SOSIAL.Medan, SMK Negeri 9, 2010.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karna hari loe ga selalu bareng pacar :D

bukan pencapaian yang mudah untuk menginjakkan kaki pada posisi ini yap. lihatlah ayah, lihatlah ibu putrimu sudah beranjak dewasa sekarang aku menduduki bangku kuliyah semester 6 sudah lama aku tidak memainkan tangan ini untuk menggoreskan tulisannya tentang kisahku kini semua telah berubah hampir memenuhi 180 derajat apa yang berubah ? yah. setidaknya berat badanku juga berubah hahahha. tapi bukan itu maksudku apakah kamu ingat aku menceritakan sahabatku terdahulu ketika awal perkuliahan yap. sekarang salah satu dari mereka berdua tidak lagi bersamaku apa ? kamu tanya siapakah dia ? sebut saja inisialnya sarifah hahah. itu bukan inisial nisa tidak-tidak. dia masih disini namun tidak bersamaku kini kami berjalan berbeda arah entah angin apa yang membawa kaki ini pergi ssstt. namun kini aku memiliki kehidupan yang baru dengan raut wajah yang berbeda yah. kami terlihat seperti geng motor hahah. itu karna kalo kami uda ngumpul keretanya ada banyak tapi jangan takut ...